skorakhir.com – Para penggila bola di tanah air nampaknya belum akan melihat perdamaian antara PSSI dan KPSI dalam waktu dekat. Sebab, baik PSSI maupun KPSI masih mempertahankan argumennya sendiri-sendiri, dan belum mau berdamai satu sama lain.
PSSI tidak mau lagi membahas MoU yang sebelumnya ditandatangani bersama di Kuala Lumpur, sedangkan kubu KPSI, pun tak mau kalah . Mereka siap melakukan perlawanan terhadap lembaga yang dipimpin Djohar Arifin. Ketua KPSI La Nyalla Mattalitti menganggap Djohar sudah mendapatkan mosi tidak percaya.
Kubu KPSI menegaskan dia dan tiga mantan exco lain yang dipecat tidak akan pernah mau meminta maaf ke Djohar Arifin, untuk kembali masuk ke PSSI. Justru Djohar lah yang harus meminta maaf pada masyarakat.
Disebut pula, Djohar telah mengkhianati Kongres Bali dan voter dalam KLB di Solo, yang membuatnya naik ke tampuk pimpinan PSSI. Nyalla pun mengklaim akan terus berupaya bergerak melawan PSSI.
"Djohar sudah mewanprestasi terhadap MOU, kami akan melakukan hal yang sama," ucap Nyalla.Keluar saja dari KONI. PSSI mereka abal-abal. PSSI Djohar tidak legitimate," cetus La Nyalla, dalam konferensi pers di Hotel Kempinski, Jakarta sore tadi.
Situasi seperti ini tentu kontraproduktif dengan keinginan pecinta sepakbola Indonesia yang menginginkan para pengurus tidak lagi sikut-sikutan memperebutkan kekuasaan dan mulai benar-benar mengurusi sepakbola agar bisa berprestasi di kancah internasional.
FIFA sendiri memberi tenggat waktu kepada Indonesia hingga 30 Maret 2013 untuk menyelesaikan konflik. Bila kedua pihak masih pekak, dan lebih mementingkan kepentingan politik kelompok mereka, maka sudah hampir dipastikan Indonesia akan dijatuhi sanksi, karena FIFA mengultimatum ini merupakan deadline terakhir bagi Indonesia.

{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar