La Nyalla kembali tanpa syarat - Ada kabar menggembirakan mengenai dualisme PSSI sekarang ini. Ada kemajuan signifikan mengenai format pengembalian komek yang dulunya dikeluarkan oleh PSSI yaitu La Nyalla cs. Berdasarkan pernyataan yang dibuat oleh Sekjen PSSI, Halim Mahfudz, berkait roadmap yang salah satunya berkaitan tentang format pengembalian kempat anggota Komite Eksekutif terhukum: La Nyalla, Tony Aprilani, Erwin Dwi Budiawan, dan Roberto Rouw, berubah. Sekarang format pengembalian keempat anggota komek terhukum ini kembali dengan tanpa syarat apapun ujar Halim.
Pernyataan Halim ini sebenarnya agak berbeda dengan pernyataan yang dia buat sebelumnya. Pada pertemuan pers, 19 Desember 2012, Halim dengan lantang menyebutkan bahwa dalam roadmap, PSSI tetap meninginkan agar keempat empat Komek yang diberhentikan, memenuhi ketiga syarat yang telah ditentukan.
Menurut Halim, tiga syarat yang tentukan adalah seperti harus mengajukkan permohonan maaf kepada Ketua Umum PSSI dan PSSI secara kelembagaan, kemudian menyampaikan pernyataan akan taat dan patuh terhadap aturan, kode etik, maupun norma, dan mencabut keaktifan dari KPSI dan membubarkan KPSI, yang sesuai dengan hasil Kongres PSSI di Palangkaraya, 10 Desember 2012.
Pernyataan yang dikeluarkan Halim ini tentu saja kabar bagus dan kemajuan yang sangat signifikan dal penyelesain dualisme konflik PSSI. Semoga pernyataan Halim tersebut bisa direspon dengan baik pulah oleh pihak KPSI yang akhirnya keduanya bersatu kembali.
Pada kesempatan yang lain, Halim tidak menghawatirkan dia dikatakan menyalahi kesepakatan Kongres Palangkaraya dan Statuta. Secara gampang ia menyatakan bahwa kebijakan itu bisa dia jelaskan kembali di kongres.


{ 0 komentar... read them below or add one }
Posting Komentar