Bonek di Swiss


Bonek di Swiss - Ini dia benar - benar suporter sejati. Ya, Bonek ini menggelar aksi demonstrasi tunggal. Tidak main main dia menggelar aksi tunggalnya tersebut di Zurich, Swiss. Inipun Ia lakukan di tempat penyelenggaraan penganugrahan gelar Pemain terbaik  ballon d'Or kemarin.

Ia meminta dukungan pada semua orang untuk mendukung sepakbola Indonesia. Ia membawa poster bertuliskan: Support Indonesia, The Archipelago of Football, di dekat Kongreshaus, tempat pelaksanaan pesta penganugerahan Ballon d'Or di Zurich, Swiss.

"Motivasi saya melakukan ini semata-mata untuk sepak bola Indonesia dan seluruh suporter indonesia, agar lebih berprestasi. Kami rindu juara. Harapan saya, FIFA mau mendukung dan membantu sepakbola Indonesia," begitu yang dikatakan Budiono, Rabu (9/1/2013).

Budiono memang telah sengaja menyiapkan aksi saat di langsungkannya acara Ballon d'Or, karena  memang acara tersebut pasti akan didatangi tokoh-tokoh penting sepakbola dunia. Sebulan sebelum acara digelar, Budiono merancang cuti, agar bisa mendatangi pergelaran acara tersebut.

Jarak rumahnya dengan Zurich memang agak jauh sekitar dua jam. namun hal ini tidak mengendurkan niatnya. Maka Budiono harus berangkat pagi buta, agar bisa sampai di lokasi acara tepat waktu. Sesampainya di sana, ia langsung membentangkan poster ukuran sedang yang dibawanya agar bisa dibaca  oleh para petinggi organisasi sepakbola dan pemain dunia.

Menurut Budiono, ada beberapa insan sepakbola  yang bersimpati dengan gerakannya. "Memang harus ada gerakan yg positif untuk sepak bola Indonesia agar lebih maju," katanya demikian. Ia harus berdesak-desakan dengan cewek-cewek cantik penggemar Cristiano Ronaldo agar bisa mendekati karpet merah.

"Dari siang hingga acara selesai saya hanya bentangkan poster dengan tulisan Support Indonesia The Archipelago of Football. Dalam hati saya: yang penting terbaca banyak fans dan para petinggi sepak bola dan pemain bola," katanya.

Memang bukan sekali ini Budiono beraksi di markas FIFA di Zurich. Saat panasnya kisruh PSSI tahun 2011, ia malah sempat mengirimkan petisi ke FIFA agar menyelamatkan sepakbola Indonesia. Dalam petisi itu, Bonek mengecam  keras pelanggaran statuta yang dilakukan kepengurusan PSSI di masa Nurdin Halid.


Tahun 2010 juga demikian, Budiono juga harus berangkat pagi buta, menembus dinginnya salju, untuk melakukan demo unjuk rasa di markas FIFA di Zurich bersama beberapa orang lainnya. Ia di sana membentangkan spanduk hijau besar bertuliskan: Justice for Indonesian Football.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar