Sepakbola Indonesia yang menyedihkan




Sepakbola Indonesia yang menyedihkan - Kembali lagi terjadi korban dalam dunia sepakbola Indonesia. Pelatih berpengalaman Miroslav Janu mati setelah dirawat beberapa hari di rumah sakit dikarenakan serangan jantung. Kematian ini sangat mengejutkan publik sepakbola Nasional, karena beberapa waktu yang lalu Miro masih memimpin latihan Persebaya DU. Yang juga sangat mengejutkan dan menyedihkan adalah fakta bahwa gaji Miro sebagai haknya saat melatih Persela Lamongan (klub ISL) masih belum diberikan semuanya. Persela masih menunggak gaji Janu selama 5 bulan, yang kurang lebih nilainya adalah sekitar 700 juta rupiah.


Sungguh sebuah ironi ketika kompetisi yang begitu bombastis promo nya di stasiun - stasiun TV masih menyisakan kisah-kisah yang sangat memilukan. Kejadian ini mengingatkan kita pada tragedi Mendieta beberapa waktu yang lalu saat ada klub yang menunggak membayar pemain yang akhirnya membuat pemain tersebut tidak mampu membayar pengobatan di rumah sakit. Kembali lagi wajah Indonesia tercoreng lagi dengan kasus yang sangat memalukan dalam dunia sepakbola. Bukan hanya pemain yang menjadi korban, namun juga pelatih pun bisa menjadi korban. Terlepas mengenai penyebab kematiannya, namun faktanya bahwa masih ada saja klub yang belum melunasi haknya yang sudah bekerja untuknya.

Harus ada yang bertanggung jawab dengan kejadian-kejadian seperti ini. Untuk perhelatan sepakbola yang ditangani PT LI sendiri BOPI sebagi pihak yang memberi rekoendasi harus tidak boleh lepas tangan begitu saja. Mereka harus segera melangkah untuk mencegah kejadian-kejadian serupa terjadi kembali dalam dunia sepakbola Indonesia. Gelaran Divisi Utama PT LI juga akan segera bergulir, tentu BOPI harus segera membuat langkah-langkah setrategis untuk segera menyelesaikan kasus seperti ini.

Kebijakan yang ideal untuk sebuah klub, tentunya akan bisa mengatasi kejadian seperti ini. BOPI harus segera membuat regulasi yang jelas dan memastikan bahwa semua klub harus mematuhi regulasi tersebut dengan memberikan sanksi yang tegas apabila ada klub yang melanggar kesepakatan tersebut. Karena hal seperti ini adalah demi untuk kebaikan klub juga terutama untuk kebaikan sepakbola Indonesia kedepannya. Selain juga untuk melindungi para pelaku sepakbola yang berada di Indonesia.

Patut kita tunggu langkah apa yang diambil BOPI terkait kasus ini. Apakah akan memberikan sanksi atau yang lainnya. BOPI sebagai lembaga yang menanungi olahraga profesional harus seger bertindak secara profesional dan proporsional untuk menyelesaikan kasus seperti ini.

{ 0 komentar... read them below or add one }

Posting Komentar